Kewarganegaraan

KENAIKAN HARGA KEDELAI MENGANCAM  KETAHANAN PANGAN INDONESIA

Pendahuluan

Tulisan ini bertujuan untuk memberi gambaran dampak kenaikan harga kedelai mengancam ketahanan pangan Indonesia. kedelai merupakan salah satu komoditas pangan penting dan strategis, selain bernilai ekonomi tinggi. Produksi kedelai dalam negri belum mencukupi kebutuhan masyarakat yang merupakan alasan di lakukannya impor komoditas ini. Ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai merupakan ancaman serius bagi ketahanan pangan kita. Seperti yang dirasakan pada saat melonjaknya harga kedelai yang mencapai dua kali lipat pada tahun 2008 akibat berkurangnya pasokan kedelai di pasar internasional. Dari pengalaman tersebiu Indonesia harus memacu produksi kedelai dalam negri ke arah swasembada. Untuk meningkatakan produksi kedelai di perlukan kebijakan yang memberi insentif, terutama harga bagi petani sekaligus sebagai upaya membangun katahanan pangan.

Di Indonesia kedelai merupakan komoditas pangan yang strategis sehingga upaya untuk berswasembada tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan, Tetapi juga untuk mendukung agroindustri  dan menghemat devisa serta mengurangi ketergantungan terhadap impor. Langkah swasembada harus di tempuh karma ketergantungan yang semakin besar terhadap impor bias menjadi musibah terutama jika harga dunia sangat mahal  akibat stok menurun.

Tingkat swsembada kedelai sampai saat ini belum tercapai karma jumlah kebutuhan masih relative lebih besar di bandingkan dengan jumlah produksi. Hal ini menyebabkan impor kedelai terus meningkat dari tahun ke tahun

Ketahanan pangan merupakan konsep yang dinamis dalam arti dapat di gunakan unuk mengukur secara langsung kualitas sumber daya dengan cara menguklur kecukupan pangan dan gizinya. Karna sifatnya yang dinamis, ketahanan panagn di suatu Negara sangat di pengaruhi tidak hanya dari produksi dan sistemnya namun juga oleh kondisi social ekonomi yang terjadi di Negara tersebut.

Konsep ketahanan pangan dapat di lihat dari segi individu dan nasional. Konsep katahanan pangan di tingkat individu mengacu pada suatu keadaan yang dapat menjamin setiap individu dimanapun, kapanpun untuk memperoleh pangan agara dapat mempertahankan hidup sehat. Sedangkan konsep ketahanan pangan nasional berarti adanya jaminan kecukupan pangan dan gizi di tingkat nasional dari waktu ke waktu. Untuk menjamin ketahanan pangan nasional sampai tingkat individu, ketersediaan pangan dan keterjangkauan aksesnya oleh semua orang merupakan dua syarat penting. Ketidak – seimbangan antara ketersediaan dan akses dapat menyebabkan ancaman katahanan pangan (food insecurity). Bukti empiris menujukan bahwa rapuhnya ketahanan pangan nasional suatu Negara dapat memicu timbulnya goncangan ekonomi dan meningkatnya kriminalitas (Suryana,2001)

Ketahanan pangan yang mantap akan mampu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembangunan. Tanpa ketahanan pangan yang mantap mala tidak mungkin tersedia sumber daya berkualitas tinggi yang di perlukan sebagai motor penggerak pembangunan. Ketahanan pangan yang mantap merupakan prasyarat bagi stabilitas polotik, sementara stabilitas politik syarat mutlak bagi pelaksananan pembangunan.

Kedelai merupakan komoditas pangan terpenting ketiga setelah padi dan jangung yang mempunyai posisi strategis dalam seluruh kebijakan panagn nasional karna perannya sangat penting dalam menu pangan penduduk Indonesia.

Tujuan  penulisan kenaikan harga kedelai mengancam ketahanan pangan Indonesia ini adalah menyajikan tinjauan kritis masalah impor kedelai yang berkelanjutan dalam jumlah yang makin meningkat sebagai pangan strategis di kaitkan dengan perannya dalam ketahanan pangan. Hasil kajian di harapkan dapat meberi alternative kebijakan untuk mengantisipasi permasalahan sehingga kerapuhan ketahanan pangan nasional dapat di hindarkan.

Keterkaitan dan persoalan kedelai sebagai komoditas pangan strategis

Keterkaitan lintas sector dalam penanganan komoditas kedelai sangat tinggi besar sehingga kandungan sosial ekonomi. Aktivitas pangan (termasuk kedelai) di Indonesia secara prinsip di jalankan berdasarkan  mekanisme pasar bebas. Konsekuensinya pedagang yang menguasai cadangan paling besar di bandingkan dengan pemerintah dan rumah tangga.

Dalam era globalisasi pasar bebas, arus barang akan sangat di tentukan oleh kekuatan permintaan dan penawaran masing – masing Negara. Negara pengekspor yang mampu bersaing di pasar internasional adalah Negara yang mampu memproduksi secara efisien. Sebaliknya Negara pengimpor yang mampu bersaing untuk memperoleh barang dari pasar internasional adalah Negara yang sanggup membayar lebih mahal atau sama dengan harga internasional. Ini berarti bahwa untuk memperoleh barang dari pasar internasional masyarakat suatu Negara harus mempunyai daya beli yang memadai jika daya beli masyarakat lemah maka kemampuan untuk membeli bahan pangan asal impor juga melemah sehingga ketahanan pangan jadi rentan (Swastika,1997)

Adanya gejolak seperti berkurangnya pasokan yang di ikuti dengan lonjakan harga akan membuat susah banyak orang. Bukan hanya perajin tahu dan tempe yang terancam gulung tikar, tetapi juga banyak pihak yang ada didalam mata rantai perdagangan seperti pedagang makanan dan juga konsumen tahu tempe.

Krisis kedelai seperti ini juga krisis komoditas pangan lain sebenarnya merupakan akumulasi dari tidak adanya kesungguhan pemerintah dalam membangun ketahanan pangan. Salah satunya indikasinya adalah masih tingginya ketergantungan terhadap impor

Dampak kenaikan harga pangan dunia tidak lain akan membuat kondisi pangan Indonesia seperti saat ini apabila pemerintah meyediakan: produksi komoditas pagan yang memadai, stok pangan yang cukup untuk penanganan dan stabilitas harga (Arifin,2007)

Perkembangan dan Penyebab Berlanjutnya Impor Kedelai

Kebutuhan kedelai dalam negri yang sangat besar belum bisa di penuhi oleh produksi dalam negri. Hail ini mendorong pemerintah mengimpor kedelai dari pasar dunia untuk memenuhi kebutuhan domestic. Produksi dalam negeri selalu deficit membuat Indonesia dikenal sebagai importer kedelai.

Penutup

Adanya impor kedelai yang sebenarnya dapat di produksi petani dalam negeri, membuat turunnya semangat petani untuk meningkatkan produksi. Dalam hal ini pemerintah harus berani dan mampu memberikan perlindungan harga kepada petani sehingga petani akan terdorng intuk meningkatkan produksi kedelai dalam negri.

Peningkatan harga kedelai dalam negri menjadi amat penting guna memperkuat ketahanan pangan. Terus merosotnya produksi kedelai dalam negri dengan konsekuensi mengimpor kedelai dalam jumlah yang sangat besar telah mengancan ketahanan pangan nasional

Ditinjau dari semangat untuk membangun perekonomian Indonesia dengan kekuatan sendiri, terutama untuk mencukupi kebutuhan pangan sendiri, hal ini sangat sejalan dengan catatan historis keberadaan dan kelangsungan masyarakat Indonesia karma kedelai bagi bangsa Indonesia bukan semata – mata sebagai komoditas bernilai ekonomi juga sekaligus smengandung nilai social psikolog, dan moral.

SUMBER : http://pse.litbang.deptan.go.id/ind/pdffiles/ART7-1e.pdf

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s