PERILAKU KONSUMEN DENGAN STRATEGI PEMASARAN

BAB I

PERILAKU KONSUMEN

PENGANTAR

Teori konsumen di gunakan untuk menjelaskan dan meramalkan produk – produk yang akan dipilih oleh konsumen (rumah tangga). Pada tingkat pendapatan dan harga tertentu. Teori ini juga di gunakan untuk mendapatkan kurva permintaan. Pendekatan yang di gunakan dalam menganalisis penentuan pilihan konsumen ini ada 3 yaitu pendekatan utilitas (utility approach), pendekatan kurva indiferens (indifference curve), dan pendekatan atribut (attribute approach). Pendekatan terakhir merupakan pendekatan yang paling baru. Namun demikian, pendekatan kurva indiferens sekarang ini lebih sering di gunakan.

Pendekatan utilitas menganggap bahewa kepuasan konsumen yang di peroleh dari pengkonsumsian barang – barang dan jasa dapat di ukur dengan cara yang sama seperti untuk berat dan tinggi badan seseorang. Oleh karma itu pendekatan ini di sebut juga pengukuran cardinal.

Pendekatan kurva indiferens menganggap bahwa tingkat kepuasaan atau utilitas yang di peroleh konsumen dari pengkonsumsiaan barang – barang dan jasa hanya bisa di hitung dengan pengukuran ordinal.

Pendekatan atribut merupakan pendekatan yang relative baru. Pendekatan ini menganggap bahwa yang di perhatikan konsumen bukanlah produk secara fisik, tetapi atribut yang terkandung di dalam produk tersebut. Yang di maksud dengan atribut suatu barang adalah sema jasa yang di hasilkan dari penggunaan dan atau pemilikan barang tersebut.

. PENDAHULUAN

Sebelum lebih jauh menjelaskan tentang perilaku konsumen dan produsen ada baiknya kita mengetahui beberapa batasan dalam mengartikan barang konsumsi. Barang yang di konsumsi adalah barang yang di hasilkan oleh manusia, barang yang dikonsumsi  di tunjukan langsung untuk memenuhi kebutuhan hidup. Batasan lainnya adalah bahwa barang yang di konsumsi akan habis atau berangsur – angsur habis sampai tidak dapat di gunakan lagi.

Tentu anda sering melihat perilaku konsumen yang dalam suatu waktu membeli begitu banyak barang pada saat harga barang tersebut sedang turun.

Perilaku tersebut menjelaskan bahwa setiap perilaku konsumen memang berbeda dan berdasarkan perilakunya dapat digolongkan menjadi konsumen Irasional dan Rasional.

Begitu juga dalam produsen, produsen disebut juga sebagai orang yang melakukan kegiatan produksinya. Pengertian dari produksi yaitu merupakan kegiatan menghasilkan atau mrenambah guna barang atau jasa, pengertian produksi memuat unsure sebagai berikut :

  • Kegiatan menghasilkan barang.
  • Kegiatan manambah nilai guna jadi dalam pengertian tersebut perilaku produsen tidak terlepas dari kegiatan guna menghasilkan maupun menambah nilai guna.

BAB II

I.I Pengertian perilaku konsumen

Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan.

Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian.Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan dengan pertimbangan yang matang

Pemahaman akan perilaku konsumen dapat diaplikasikan dalam beberapa hal,:

  1. pertama adalah untuk merancang sebuah strategi pemasaran yang baik, misalnya menentukan kapan saat yang tepat perusahaan memberikan diskon untuk menarik.
  2. pembeli.Kedua, perilaku konsumen dapat membantu pembuat keputusan membuat kebijakan publik. Misalnya dengan mengetahui bahwa konsumen akan banyak menggunakan transportasi saat lebaran, pembuat

 

  1. keputusan dapat merencanakan harga tiket transportasi di hari raya tersebut.
  1. Pembelian  ketiga adalah dalam hal pemasaran sosial (social marketing), yaitu penyebaran ide di antara konsumen. Dengan memahami sikap konsumen dalam menghadapi sesuatu, seseorang dapat menyebarkan ide dengan lebih cepat dan efektif.

PERILAKU KONSUMEN DENGAN STRATEGI PEMASARAN

Seperti telah kita bahas, kta harus selalu melakukan pilihan. Setiap hari kita melakukan pilihan yang tak terbilang banyaknya.

Konsep pilihan ini merupakan perialku mendasar dari konsumen. Konsep dasar perilaku konsumen ini menyatakakn bahwa konsumen pada umumnya selalu berusaha untuk mencapai utilitas (utility) yang maksimal dari pemakaian benda yang di konsumsinya.

Apa yang di maksud dengan konsep utilitas? Utilitas (utiliy) adalah derajat seberapa besa sebuah barang atau jasa dapat memuaskan kebutuhan seseorang. Atau dengan kata lain, utilitas adalah ukuran kepuasan yang di terima dari penggunaan atau konsumsi barang dan jasa.

Masing – masing konsumen merupakan pribadi yang unik, konsumen yang satu dengan yang lainnya mempunyai kebutuhan yang berbeda dan perilaku yang berbeda dalam memenuhi kebutuhannya. Namun, dalam perbedaan – perbedaan yang unik itu ada suatau persamaan, yaitu setiap konsumen berusaha untuk memaksimalkan kepuasaannya dalam mengkonsumsi suatu barang.

Teori perilaku konsumen dapat menjelaskan bagaimana cara seorang konsumen memilih suatu produk yang diyakini akan memberikan kepuasaan maksimum dengan di batasi oleh pendapatan dan harga barang.

Untuk membahas perilaku dalam ilmu ekonomi kita mengenal teori perilaku konsumen, yang terakomodasi dalam pendekatan cardinal dan pendekatan ordinal.

Pendekatan cardinal juga sering di sebut sebagai pendekatan marginal utility. Pendekatan cardinal dalam analisi konsumen di dasarkan pada asumsi bahwa tingkat kepuasan yang di peroleh konsumen dari konsumsi suatu barang

dapat di ukur / dikuantifikasi dengan satuan tertentu, seperti uang, jumlah, atau buah. Semakin besar jumlah yang di konsumsi, semakin besar juga tingkat kepuasan konsumen.

Pendekatan ordinal di guanakan karna pendekatan cardinal memiliki beberapa kelemahan , antara lain : karma endekatan cardinal bersifat subjektif dalam penentuan nilai guna total dan nilai guna marjinal.

Hasil pemikiran yang benar maupun yang salah mengenai konsumen. diingatkan bahwa enelitian konsumen bila ditanggapi dan ditafsirkan dengan benar emberikan masukan yang esensial untuk strategi pemasaran baik dalam organisasi yang mencari laba maupun yang tidak mencari laba. Akhirnya penelitian dapat berfungsi sebagai basis untuk pendidikan dan perlindungan konsumen, dan melengkapi informasi yang penting untuk keputusan kebijakan umum.

Strategi pemasaran (marketing strategy) adalah suatu rencana yang ,didesain untuk mempengaruhi pertukaran dalam mencapai tujuan organisasi. Biasanya strategi pemasaran diarahkan untuk meningkatkan kemungkinan atau frekuensi perilaku konsumen, seperti peningkatan kunjungan pada toko tertentu atau pembelian produk tertentu. Hal ini dapat dicapai dengan mengembangkan dan menyajikan pemasaran

yang diarahkan pada pasar sasaran yang dipilih. pemasaran terdiri dari elemen produk, promosi, distribusi dan harga.

Strategi pemasaran, khususnya yang dikembangkan dan diterapkan oleh perusahaan yang berhasil, memiliki kekuatan besar terhadap konsumen dan masyarakat luas. Strategi pemasaran bukan hanya disesuaikan dengan konsumen, tetapi juga mengubah apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh konsumen tentang diri mereka sendiri, tentang berbagai macam tawaran pasar, serta tentang situasi yang tepat untuk pembelian dan penggunaan produk. Ini tidak berarti pemasaran adalah kegiatan yang tidak tepat atau tidak etis. Akan tetapi, kekuatan pemasaran serta kemampuan riset pemasaran dan analisis konsumen untuk mendapatkan pandangan tentang perilaku konsumen tidak perlu dikurangi atau disalahgunakan.

Perilaku konsumen dikatakan dinamis karena proses berpikir, merasakan, dan aksi dari setiap individu konsumen, kelompok konsumen, dan perhimpunan besar konsumen selalu berubah secara konstan. Sifat yang dinamis demikian menyebabkan pengembangan strategi pemasaran menjadi sangat menantang sekaligus sulit. Suatu strategi dapat berhasil pada suatu saat dan tempat tertentu tapi gagal pada saat dan tempat lain. Karena itu suatu perusahaan harus senantiasa melakukan inovasi-inovasi secara berkala untuk meraih knsumennya.

BAB III

Dengan demikian penelitian tentang konsumen sangatlah penting karma kita dapat meneliti mreka inginkan dan yang tidak diinginkannya, Dengan adanya pnelitian terlebih dahulu akan memudahkan kita untuk dapat menilai kemauan para konsumen.

DAFTAR PUSTAKA

v     Drs. Lincolin Arsyad, M.SC.

v     Ikaputra Waspada, dkk

v     Alam S.

v     http://adimursalin.edublogs.org/prilaku-konsumen/

v     http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/08/perilaku-konsumen-definisi-dan-tipe.html

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s